Wednesday, February 02, 2011

MICRO FINANCE - Bank Jabar Banten Syariah supports Induk Koperasi Syariah (Inkopsyah) BMT in IDR11 billion (US$1.2 million) musharakah scheme


Didik Hadisunaryo dan Amin Azis
Bekasi, (31/1). Untuk mengembangkan pembiayaan di sektor mikro, Bank Jabar Banten Syariah (BJBSyariah) menjalin kerjasama dengan Induk Koperasi Syariah (Inkopsyah) BMT dengan jumlah Rp 11 miliar. Penyaluran tersebut dilakukan kedua belah pihak dengan skim musyarakah dengan  pembagian jumlah  modal Rp 10 miliar dari BJBSyariah dan Rp 1 miliar dari Inkopsyah. (source)

Dalam perjanjian yang disaksikan langsung oleh Direktur Bisnis BJBSyariah Didik Hadisunaryo dan Wakil Ketua Dewan Pengawas Inkopsyah Prof. Dr Amin Azis, kemarin Jumat (28/1) di kantor cabang BJBSyariah, Direktur Inkopsyah Arisson Hendry menuturkan, bahwa kerjasama dengan BJBSyariah merupakan bagian dari sinergi lembaga keuangan syariah dalam mengembangkan sektor mikro. Apalagi kedua belah pihak sama-sama memiliki visi dan komitmen dalam menumbuhkan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM).

Khusus kemiteraan dengan BJBSyariah, kata Direktur Inkopsyah BMT,  merupakan bank syariah yang keempat sebagai mitra Inkopsyah. Sebelumnya Inkopsyah telah menjalin kerjasama serupa  dengan Bank Syariah Mandiri (BSM), Bank DKI Syariah dan Bank Panin Syariah.

“Kami berharap dengan kerjasama BJBSyariah nantinya akan diikuti oleh bank-bank syariah lainya, apalagi saat ini anggota Inkopsyah BMT yang tersebar di Nusantara berjumlah 280  BMT,”ungkapnya.

Kemitraan dengan Inkopsyah BMT sangat strategis, apalagi melihat kinerja setiap tahunya mengalami pertumbuhan yang sangat signifikan, di akhir tahun 2010 modal Inkopsyah BMT sebesar Rp 8,402 miliar, Asset Rp 71,671 miliar dengan laba Rp 1,656. Pertumbuhan tersebut sangat cepat melihat Inkopsyah BMT berdiri pada tahun 2008 dengan modal Rp 4,573 miliar.

Sementara Direktur BJB Syariah, Didik Hadisunaryo, merasa senang dalam kerjasama tersebut, apalagi melihat portofolio pembiayaan BJB Syariah saat ini mentargetkan pembiayaan Rp 2,3 triliun dengan perbandingan 46 persen    UMKM  (Rp 1,076 triliun dari target pembiayaan UMKM 2011) dan 54 persen ke korporasi sangat sulit dilakukan secara sendiri oleh BJB syariah. Melihat BJB Syariah melakukan spin off (pemisahan) dengan BJB konvensional pada bulan  Mei 2010, sehingga membutuhkan pengembangan infrastruktur termasuk jaringan. “Maka dari itu dengan menjalin kerjasama dengan inkopsyah BMT  merupakan strategi dari BJB Syariah dalam menyalurkan pembiayaan pada  pelaku UMKM,”tuturnya.

Dengan kemiteraan Inkopyah BMT, Didik mengakui, BJB Syariah dalam penyaluran pembiayaannya sangat effisiensi dan mengurangi biaya operasional yang besar. Menurutnya untuk menyalurkan pembiayaan ke sektor  mikro sangat besar sekali seperti SDM, pemasaran, IT dan modal yang harus dikeluarkan. “Untuk saat ini kami belum bisa karena masih dalam taraf pengembangan,”paparnya.

Berdasarkan kinerja keuangan BJBSyariah di akhir tahun 2010, Direktur Bisnis BJBSyariah, memaparkan jumlah asset sebesar Rp 1,9 triliun, Jumlah Pembiayaan Rp 1,6 triliun  dan profit Rp 5 miliar.[gus]

No comments:

Post a Comment