Wednesday, July 27, 2011

INDONESIA - ZAKAT - BRI Syariah embraces BAZNAS

Jakarta (27 / 7). As one of the instruments of the social nature of Islamic economics, Zakah becomes something that is important in empowering the property for the welfare of the people. This proficiency level is making the Bank Rakyat Indonesia (BRI) Sharia is currently designing itself as a distribution channel for the National Agency for Amil Zakat (BAZNAS) in collecting zakat funds. (source)


"We have an ATM, then there is SMS Banking, office network we have over a hundred not to mention office channeling of branches, it's all we'll use as the basis for BAZNAS collecting alms," said BRI Syariah Corporate Secretary, Tri Lukita Prakasa on pkesinteraktif. com when met at his office.

He added that the collection of zakat itself not only from customers but employees also collected zakat BRI Syariah income. Apart from that BRI Syariah mengimpun funds will also be a virtue infak, sodaqoh, fines and payments from customers.

When asked how the potential value of zakat to be collected? Lukita stated that they still wait until the end of the month to find out what it's worth. However, for until now there are 1.5 billion of funds collected on account of charity. Meanwhile, For the distribution of zakat, a full surrender to Sharia BRI BAZNAS.

"All funds are channeled into BAZNAS is also part of our CSR," he explained.

Lukita also revealed that it is currently creating a database system where every customer who pays zakat through BRI Syariah be recorded annually the amount of zakat. The data will be reported to the customer, can then be used as an income tax deduction in the year.

"The report can be a tax deduction at the end of the year, provided that the customer must have the registration number of Zakat," he concluded. [Ul]

Salurkan Zakat, BRI Syariah Rangkul Baznas

E-mail Print PDF
Jakarta, (27/7). Sebagai salah satu instrumen ekonomi Islam yang bersifat sosial, zakat menjadi sesuatu yang penting dalam memberdayakan harta demi kesejahteraan umat. Hal tesebut yang menjadikan Bank Rakyat Indonesia (BRI) Syariah saat ini sedang merancang dirinya sebagai distribution chanel bagi Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) dalam menghimpun dana zakat.
“Kita punya ATM, nanti ada SMS Banking, jaringan kantor kita ada lebih dari seratus belum lagi office chaneling kantor cabang BRI, itu semua nanti kita pakai sebagai basis pengumpulan zakat bagi BAZNAS,” ungkap Corporate Secretary BRI Syariah, Lukita Tri Prakasa pada pkesinteraktif.com saat ditemui di kantornya.
Ia menambahkan penghimpunan zakat sendiri tidak hanya dari nasabah tetapi karyawan BRI Syariah juga dihimpun zakat pendapatannya. Selain dari itu BRI Syariah juga akan mengimpun dana kebajikan berupa infak, sodaqoh, dan pembayaran denda dari nasabah.
Ketika ditanya berapa potensi nilai zakat yang akan terhimpun? Lukita mengungkapkan bahwa pihaknya masih menunggu hingga akhir bulan untuk mengetahui berapa nilainya. Namun untuk sampai saat ini sudah terdapat 1,5 miliar dana yang terhimpun di rekening zakat. Sedangkan Untuk penyaluran zakat, BRI Syariah menyerahkan penuh kepada BAZNAS.
“Semua dana yang disalurkan ke BAZNAS tersebut juga bagian dari CSR kami,” jelasnya.
Lukita juga mengungkapkan bahwa pihaknya saat ini sedang membuat sebuah sistem database dimana setiap nasabah yang membayar zakat melalui BRI Syariah akan tercatat setiap tahunnya jumlah zakatnya tersebut. Data tersebut akan dilaporkan ke nasabah, lalu bisa digunakan sebagai pengurang pajak pendapatan di akhir tahun.
“Laporan tersebut bisa menjadi pengurang pajak di akhir tahun, dengan syarat nasabah harus memiliki Nomor Pokok Wajib Zakat,” pungkasnya.[ul]

No comments:

Post a Comment