Sunday, May 13, 2012

INDONESIA - BANKING - This is the important role of Shariah scholars to Increase Economic

WWW.REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA - scholars have an important role to disseminate Islamic industry in Indonesia. Through socialization scholars hoped that the new industry for the rest of this corn can increase rapidly.
Unfortunately, very few scholars who understand very well about Islamic industry. This resulted in difficult clerical and tell people the importance of industry-related. "The role of scholars in the socialization of Islamic insurance is huge," said Chairman of the Economic Association of Indonesia I (IAEI), Agustianto, Friday (11/5).
It can not be ignored. Cleric is one of the spearheads the development of Islamic insurance in Indonesia. As stated in the hadith the Prophet, said Agus, that there are two important groups in society that if the group is good, then people would be good also. They are the government and clergy.  (source)



Both industry and regulators to give it less to socialize industry serving the Islamic clergy. Though the chance of delivery to the community is quite large.
For that we need the empowerment of Islamic scholars in economics, so that awareness of the scholars of this sector is really good. So that scholars can convey the importance of Islamic financial services to the community.
Not all scholars will understand Islamic economics. Scholars rather than an understanding of the economy. For that scholars need to be more related to understanding this new economic system.
Agus said this was done some time ago in Medan. It gave workshops to the scholars, important and relevant in what kind of Islamic economics is. The results are quite encouraging. The more open-minded scholars to give lectures in the community. "So now not only scholars provide insight into worship, but also other things that are related to worship," said Agus.
Workshop is always done by the relevant institutions. For example, the Association of Islamic Economics (IAEI) in cooperation with Bank Indonesia to provide training and insight on the economy of sharia scholars. This workshop is expected to continue to be done regularly in order to get to the heart of Islamic banking community and become an economic system that is used in the future.
Socialization is always done in a variety of clerical time and opportunity. KH Didin, for example, always had time to give knowledge about the Islamic industry, both banking and Islamic insurance on the sidelines of his sermon. "I always urge people to pay attention to the Islamic industry," said KH Didin.
The scholars are always trying to explain the advantages of using Islamic methods in both banking and insurance industries. Socialization should be in line with products that can be accepted by the whole society. Islamic products are expected to not only be used for people in high places, but the dominant society in Indonesia.
Socialization is not only done by the clergy, says Didi, but must also be supported by his own industry and government. "If done together, the Islamic economy will grow much faster," said Didi

Inilah Peran Penting Ulama untuk Besarkan Ekonomi Syariah

Sunday, 13 May 2012, 08:26 WIB
Republika/Wihdan Hidayat
Inilah Peran Penting Ulama untuk Besarkan Ekonomi Syariah
BNI Syariah

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ulama memiliki peran penting untuk menyosialisasikan industri syariah di Indonesia. Melalui ulama diharapkan sosialisasi industri yang baru seumur jagung ini dapat berkembang semakin pesat.

Sayangnya sedikit sekali ulama yang memahami betul mengenai industri syariah. Hal ini mengakibatkan ulama sulit menyampaikan kepada masyarakat terkait pentingnya industri tersebut. "Peran ulama dalam sosialisasi asuransi syariah sangat besar," kata Ketua I Ikatan Ahli Ekonomi Indonesia (IAEI), Agustianto, Jumat (11/5).

Hal tersebut tidak bisa diabaikan. Ulama merupakan salah satu ujung tombak perkembangan asuransi syariah di Indonesia. Seperti yang disampaikan Rasulullah dalam haditsnya, kata Agus, yaitu ada dua kelompok penting dalam masyarakat yang jika kelompok ini baik, maka masyarakatnya akan menjadi baik pula. Mereka adalah pemerintah dan ulama.

Baik industri dan regulator dinilai kurang memberi porsi untuk sosialisasi industri syariah kepada ulama. Padahal kesempatan penyampaian ke masyarakat cukup besar.

Untuk itu perlu adanya pemberdayaan ulama di bidang ekonomi syariah, agar pemahaman para ulama terhadap sektor ini betul-betul baik. Sehingga ulama pun bisa menyampaikan pentingnya ekonomi syariah kepada masyarakat.

Tidak semua ulama paham akan ekonomi syariah. Ulama bukan yang memahami bagian perekonomiannya. Untuk itu para ulama perlu diberi pemahaman lebih terkait sistem ekonomi baru ini.

Agus mengatakan hal ini sudah dilakukan beberapa waktu lalu di Medan. Pihaknya memberikan workshop kepada para ulama, terkait penting dan seperti apa bentuk ekonomi syariah ini. Hasilnya cukup menggembirakan. Para ulama terbuka wawasannya dalam memberikan ceramah pada masyarakat. "Jadi ulama kini tidak hanya memberikan wawasan ibadah saja, tapi juga hal lain yang masih berhubungan dengan ibadah," kata Agus.

Workshop selalu dilakukan oleh institusi-institusi terkait. Misalnya saja Ikatan Ahli Ekonomi Islam (IAEI) bekerja sama dengan Bank Indonesia untuk memberikan pelatihan dan wawasan pada ulama soal ekonomi syariah. Diharapkan workshop ini bisa terus dilakukan secara rutin agar ekonomi syariah sampai ke hati masyarakat dan menjadi sistem ekonomi yang digunakan di masa depan.

Sosialisasi selalu dilakukan ulama di berbagai waktu dan kesempatan. KH Didin, misalnya, selalu sempat memberikan pengetahuan soal industri syariah, baik perbankan maupun asuransi syariah di sela khutbahnya. "Saya selalu mengajak masyarakat untuk menaruh perhatian kepada industri syariah," ujar KH Didin.

Para ulama selalu berupaya untuk memaparkan mengenai keuntungan menggunakan metode syariah di industri baik perbankan maupun asuransi. Sosialisasi ini harus sejalan dengan produk-produk yang dapat diterima oleh seluruh lapisan masyarakat. Produk syariah diharapkan jangan hanya dapat digunakan untuk masyarakat di kalangan atas saja, tetapi masyarakat dominan di Indonesia.

Sosialisasi ini juga tidak hanya dilakukan sendiri oleh ulama, kata Didin, tetapi harus juga didukung oleh pelaku industri sendiri serta pemerintah. "Apabila dilakukan bersama-sama, ekonomi syariah akan berkembang jauh lebih cepat," tutur Didi

Source: http://www.republika.co.id/berita/ekonomi/syariah-ekonomi/12/05/13/m3xtcw-inilah-peran-penting-ulama-untuk-besarkan-ekonomi-syariah  - May 13, 2012 - google translate

No comments:

Post a Comment