Monday, July 09, 2012

INDONESIA - CAPITAL MARKETS - Bondholders Laju Tanker Demand Specificity of Bapepam-​​LK

www.bisnis.com - JAKARTA: Holders of bonds and sukuk PT Berlian Laju Tanker is still waiting in an atmosphere of uncertainty following the shipping status of issuers that defaulted on a debt instrument in February.

Yusuf, III/2007 Bond investors who represents one of superannuation funds, Bapepam LK asks firmness and the Ministry of Finance to take action against the issuer can not meet its obligations.

"So far, Bapepam LK looks quiet, but who agreed to permit the issuance of bonds is Bapepam LK. They should also take responsibility for their decisions, "he said(source)



Because the number of investors from pension funds is quite large. Billy Subadio as Vice Chairman of the Pension Fund Association of Indonesia (ADPI) was reluctant to mention the number of pension funds involved and the invested amount.

Billy as a facilitator of a number of pension funds is also admitted to a stand awry. "We have not been able to see their financial statements, assets are also not clear how many. On the other hand, the restructuring of the solution is unclear, "he said.

Aspiration of Indonesia political economists Research Institute Yanuar Rizky assess Bapepam LK supervision and examination of the issuer's default status is still far from expectations. (10/yus)

Pemegang Obligasi Laju Tanker Tuntut Ketegasan Bapepam-LK


JAKARTA: Pemegang obligasi dan sukuk PT Berlian Laju Tanker masih menunggu dalam suasana ketidakpastian menyusul status gagal bayar emiten perkapalan itu atas sejumlah instrument utang pada Februari lalu.
 
Yusuf, investor Obligasi III/2007 yang mewakili salah satu lembaga dana pensiun, meminta ketegasan Bapepam LK dan Departemen Keuangan untuk ikut menindak emiten yang tidak bisa memenuhi kewajibannya.
 
“Selama ini Bapepam LK terlihat diam saja, padahal yang menyetujui ijin penerbitan obligasi adalah Bapepam LK. Seharusnya mereka juga ikut bertanggung jawab pada keputusan mereka itu,” katanya.
 
Pasalnya, jumlah investor yang berasal dari dana pensiun cukup besar. Gatot Subadio selaku Wakil Ketua Umum Asosiasi Dana Pensiun Indonesia (ADPI) enggan menyebut jumlah dana pensiun yang terlibat dan nilai investasi yang ditanamkan.
 
Gatot sebagai fasilitator sejumlah dana pensiun juga mengaku serba salah untuk menentukan sikap. “Kami belum bisa lihat laporan keuangan mereka, asetnya juga tidak jelas ada berapa banyak. Di lain sisi, solusi restrukturisasi masih belum jelas,” ujarnya.
 
Pengamat ekonomi politik Aspirasi Indonesia Research Institute Yanuar Rizky menilai pengawasan dan pemeriksaan Bapepam LK terhadap emiten berstatus gagal bayar memang masih jauh dari harapan. (10/yus)

No comments:

Post a Comment