Thursday, August 09, 2012

INDONESIA - AWARDS - INVESTOR magazinegive Institutions & Products Awards Best Syariah 2012

www.investor.co.id - JAKARTA-Investor magazine again awarded best Islamic or Sharia Best Awards 2012 for best Islamic financial institution 10, 11 Islamic financial products and the best three Islamic leaders.
 
At the awarding ceremony of Sharia Investor Award 2012 in the Ballroom, Hotel Aryaduta, Jakarta, Wednesday (8/8), PT Bank Syariah Mandiri (BSM) was crowned the best Islamic bank in 2012. Business unit of sharia (UUS) banking, Bank DKI tops in the category of UUS beraset above Rp 500 billion. For best UUS beraset below Rp 500 billion, won UUS SulSelBar Bank.
 
Awards are also given for the best life insurance and general insurance islamic sharia best. Sinarmas MSIG Insurance branches of Sharia and Islamic branches Avrist Assurance business unit won an award as the best Islamic insurance. While the Sinar Mas branch of Islamic Insurance and Islamic Insurance as general manager of Mega branches of general insurance business units best branch of sharia. National Reinsurance while Indonesia won the award for Best Islamic reinsurance branch.  (source)



Investors also rank and multi-unit multi-Islamic sharia. For multi-category was won Amanah Islamic Finance and Trust Finance Indonesia as the best Islamic multi-unit business.
 
In bonds and mutual funds ranking Islamic Sharia jury Investor Investor Magazine Award and R & D assisted PT Infovesta Main, research institutions and bond mutual funds. The result, Islamic products that achieve the highest ratings based on fundamental performance and risk-adjusted return is the bond Sukuk Ijarah I Summarecon Agung in 2008 and I Mayora Indah Mudaraba Sukuk in 2008.
 
For mutual fund products, an award given to the Sharia mutual funds managed MNC MNC Asset Management, Islamic Hajj Fund I managed by PT Insight Investment Management, BNP Paribas managed Enchantment Amanah Asset Management BNP Paribas, Sam Islamic Balanced managed by PT Samuel Asset Management, Manulife Sector Amanah managed by PT Manulife Asset Management Indonesia, Islamic Schroder Balanced Fund is managed by PT Schroders Investment Management Indonesia, and the Islamic Balanced managed Danareksa Danareksa Investment Management.
 
Islamic leadersInvestor magazine with Tim Investor Jury Awards Best Syariah 2012 figures also give an award to the Sharia. The three figures that have been honored for their role in the development of Islamic financial industry in the country this year is Dr H Hasanudin, vice chairman of the MUI Fatwa (Figure Ulama), Prof Dr Halide, professor of the Faculty of Economics, University Hasannuddin (Figure Academics) , and M Shakir Sula, Secretary General of the Economic Community of Sharia (Figure Practitioner).
 
According to Primus Dorimulu, news director of One Media Holdings, the ranking Islamic institutions and instruments is the seventh time held by Investor Magazine. And this year for the fourth time to reward character of Sharia.
 
"The ranking Islamic business and complements the products are regularly made the ranking of R & D Magazine Investor, as the ranking issuers, banks, insurance, etc.. The goal, to distinguish the company's award for conventional and specialized Islamic finance, "said Primus Dorimulu.
 
Described, the assessment of the financial performance of Islamic institutions largely refers to the assessment of conventional institutions, but some criteria tailored to the parameters of sharia.
 
In the rankings, use financial data for 2010 and 2011. Before entering the rating process, carried out the initial selection, only the company or business unit as well as Islamic branches operated for more than two years, and have complete data were included in the ranking.
 
Special parameter is used to bond the average yield, and the Altman Z-Score. Ratings for Islamic bonds are divided into two parts, namely Sharia Ijarah Bonds and Islamic Bonds Mudaraba.
 
As for the ranking of sharia mutual funds there are three factors that form the basis of this ranking, such as Risk Adjusted Return (as measured using the Sharpe Ratio). Mutual funds are equity funds rated Islamic one and three-year period, a mixture of Islamic mutual funds a year period, three years, and five years of fixed income mutual funds and the period of one year, three years and five years.
 
This year, a team of Islamic Investor Award jury consists of Adiwarman Karim (Karim Business Consulting President Director), Dr. Josep Ginting (Academics), IGGI Achsien (Islamic Capital Markets analyst), and M Shaifie Zein (Chairman of the Sharia Insurance Association of Indonesia).
 
Islamic institutions on the rankings this year, according to jury chairman Adiwarman Karim, a larger portion of the weighting given to the risk ratio, and efficient & profitability. The goal is to elect the most efficient companies that are believed will continue to exist despite the economy was hit by the crisis. "The results of this ranking can be a guidance for the Islamic finance industry partners," said Adiwarman. (*)


MAJALAH INVESTOR
Beri Penghargaan Institusi & Produk Syariah Terbaik 2012
Rabu, 8 Agustus 2012 | 22:50

JAKARTA –Majalah Investor kembali memberikan penghargaan syariah terbaik atau Best Syariah Awards 2012 kepada 10 institusi keuangan syariah terbaik, 11 produk keuangan syariah terbaik dan 3 tokoh syariah.

Pada acara Penganugerahan Investor Syariah Award 2012 di Ballroom, Hotel Aryaduta, Jakarta, Rabu (8/8) ini, PT Bank Syariah Mandiri (BSM) dinobatkan menjadi bank syariah terbaik 2012.  Pada unit usaha syariah (UUS) perbankan, Bank DKI menempati urutan teratas untuk kategori UUS beraset di atas Rp 500 miliar.  Untuk UUS terbaik beraset di bawah Rp  500 miliar, dimenangkan UUS Bank SulSelBar.

Penghargaan juga diberikan untuk asuransi jiwa syariah terbaik dan asuransi umum syariah terbaik. Asuransi Jiwa SInarmas MSIG cabang syariah dan Avrist Assurance cabang syariah meraih award sebagai unit usaha asuransi jiwa syariah terbaik. Sedangkan Asuransi Sinar Mas cabang syariah  dan Asuransi umum Mega cabang syariah sebagai pengelola unit usaha asuransi umum cabang syariah terbaik. Sedangkan Reasuransi Nasional Indonesia meraih penghargaan untuk reasuransi cabang syariah terbaik.

Investor juga memeringkat multifinance syariah dan multifinance unit syariah. Untuk kategori multifinance syariah dimenangkan  Amanah Finance, dan Trust Finance Indonesia  sebagai unit usaha multifinance syariah terbaik. 

Dalam pemeringkatan obligasi dan reksa dana syariah, tim juri Investor Syariah Award  dan Litbang Majalah Investor dibantu PT Infovesta Utama , lembaga riset reksa dana dan obligasi. Hasilnya, produk syariah yang meraih penilaian tertinggi berdasarkan kinerja fundamental dan risk adjusted return adalah obligasi  Sukuk Ijarah I Summarecon Agung Tahun 2008 dan  Sukuk Mudharabah I Mayora Indah Tahun 2008.

Untuk produk reksa dana, penghargaan diberikan kepada reksa MNC Dana Syariah yang dikelola MNC Asset Management,  I Hajj Syariah Fund  yang dikelola PT Insight  Investment  Management, BNP Paribas Pesona Amanah yang dikelola BNP Paribas Aset Management,  Sam Syariah Berimbang  yang dikelola PT Samuel Aset Manajemen, Manulife Sektoral Amanah yang dikelola PT Manulife Aset Manajemen Indonesia, Schroder Syariah Balanced Fund yang dikelola PT Schroders Investment Management Indonesia, dan  Danareksa Syariah Berimbang yang dikelola Danareksa Investment Management.

Tokoh Syariah
Majalah Investor bersama Tim Juri Investor Best Syariah Awards  2012 juga memberikan penghargaan kepada Tokoh Syariah.  Tiga tokoh yang mendapatkan penghargaan atas peran mereka  dalam pengembangan industri keuangan syariah di Tanah Air tahun ini  adalah Dr H Hasanudin,  wakil ketua Komisi Fatwa MUI (Tokoh Ulama), Prof Dr Halide,  guru besar  Fakultas Ekonomi, Universitas Hasanuddin, Makassar (Tokoh Akademisi), dan M Syakir Sula, Sekjen Masyarakat Ekonomi Syariah (Tokoh Praktisi).

Menurut   Primus   Dorimulu,  direktur  Berita Satu  Media Holdings, pemeringkatan institusi dan instrumen  syariah  ini  merupakan  yang ketujuh kali diadakan Majalah Investor. Dan tahun ini untuk yang keempat kalinya  memberikan penghargaan  kepada Tokoh Syariah. 

“Pemeringkatan bisnis dan produk syariah ini melengkapi pemeringkatan yang secara berkala  dibuat Litbang Majalah Investor, seperti pemeringkatan emiten, bank, asuransi, dll. Tujuannya, untuk membedakan penghargaan  buat   perusahaan  konvensional  dan khusus bisnis  syariah,” ujar Primus Dorimulu.

Dijelaskan, penilaian kinerja keuangan institusi syariah sebagian besar mengacu pada penilaian Institusi konvensional, namun beberapa  kriteria  disesuaikan dengan   parameter syariah. 

Dalam  pemeringkatan, digunakan data keuangan tahun 2010 dan 2011. Sebelum masuk proses pemeringkatan, dilakukan seleksi awal, hanya perusahaan atau unit  usaha  serta cabang  syariah yang beroperasi lebih dari 2 tahun, dan memiliki data   lengkap  yang diikutsertakan dalam pemeringkatan. 

Khusus untuk obligasi  digunakan  parameter average yield, dan Altman Z-Score.     Pemeringkatan untuk obligasi syariah dibagi menjadi dua bagian yaitu Obligasi Syariah Ijarah dan Obligasi Syariah Mudharabah. 

Sedangkan untuk pemeringkatan  reksa  dana syariah ada tiga  faktor yang  menjadi  dasar  dalam pemeringkatan  ini,  antara  lain  Risk Adjusted Return (yang  diukur  dengan  menggunakan metode Sharpe Ratio).  Reksa dana yang diperingkat adalah reksa dana saham syariah periode satu dan tiga tahun, reksa dana campuran syariah periode setahun, tiga tahun, dan lima tahun dan reksa dana pendapatan tetap periode setahun, tiga tahun dan lima tahun.

Tahun ini, tim juri  Investor Syariah Award terdiri atas Adiwarman Karim (Presdir Karim Business Consulting), Dr Josep Ginting (Akademisi), Iggi Achsien (Pengamat Pasar Modal Syariah), dan M Shaifie Zein (Ketua Asosiasi Asuransi Syariah Indonesia).

Pada pemeringkatan institusi  syariah tahun ini, menurut Ketua Juri Adiwarman Karim, porsi pembobotan diberikan lebih besar pada sisi rasio risk, dan efficient & profitability.  Tujuannya, agar  terpilih perusahaan-perusahaan paling efisien sehingga diyakini bakal tetap eksis kendati kondisi ekonomi tengah dilanda krisis. “ Hasil pemeringkatan ini bisa menjadi guidance bagi para mitra industri keuangan syariah,” ungkap Adiwarman. (*)

No comments:

Post a Comment

Post a Comment