Monday, August 13, 2012

INDONESIA - BANKING - Gold Pawn Islamic banks still shining

www.kontan.co.id - JAKARTA. After a three-month slide, gold pawn restriction rules taking effect for the Islamic banking industry. Bank with a portfolio of gold pawn is too high, posting a decline in financing during the first half of 2012. Meanwhile, a new Islamic bank in business, enjoying a fantastic surge in financing nan.
BRI Syariah, BNI Syariah, and Bank Syariah Mandiri, including a slowdown. In addition to their gold financing business was suspended, the three largest Islamic bank is also no longer jor-rod. According beleid BI, bank financing may only deliver a maximum of 20% gold of the total financing or a maximum of 150% of bank capital.  (source)



Director of Consumer Business BRI Syariah, Indra Praseno, revealed it was the brakes on this business, although demand is still relatively high. He claims, demands BRI Syariah pawning gold could reach USD 30 billion - Rp 50 billion per month. However, BRI Syariah forced to reject the provision due to hit the ceiling. Another obstacle, the maximum financing worth Rp 250 million per borrower.
"They (customers) can do the financing of gold in other bank financing remains low," he said last week. Until June 2012, gold in the BRI Syariah financing declined by 57% to Rp 600 billion over the same period previous year amounted to Rp 1.4 trillion.
This reduction in impact on asset growth. BRI Syariah also put the brakes on the financing of precious metals ownership (KLM). Until June KLM financing of Rp 212 billion. Until late 2012, the value can not be taller. "To balance growth, we will improve the distribution of funding to other segments," he said.
Management targeting the financing of Rp 16 trillion at the end of the year or grow 60%. Conditions that hit three banks to be a blessing to other Islamic banks. Call it the Syariah Mega Bank, CIMB Niaga Syariah and Danamon Syariah, enjoy a surge in financing.
Bank Mega Syariah gold mortgage financing channel Rp 359 billion in June 2012, or jumped 577% from the same period last year. This percentage looks great because at the June 2011 bank gold mortgage financing is still minimal, worth Rp 53 billion.
"The growth of the market because of high demand and extensive network of sales offices, which is 339 in all regions of Indonesia," said Benny Witjaksono, Managing Director of Bank Mega Syariah last week. CIMB Niaga Syariah recorded a growth of 335% gold pawning to Rp 74 billion. While the mortgage business Danamon Syariah gold rose 97% to Rp 91 billion.

 Gadai Emas bank syariah tetap berkilau

Gadai Emas bank syariah tetap berkilau
JAKARTA. Setelah tiga bulan meluncur, aturan pembatasan gadai emas mulai berdampak bagi industri perbankan syariah. Bank dengan portofolio gadai emas sudah kelewat tinggi, mencatatkan penurunan pembiayaan selama semester I-2012. Sedangkan bank syariah yang baru menggeluti bisnis ini, menikmati lonjakan pembiayaan nan fantastis.
BRI Syariah, BNI Syariah dan Bank Syariah Mandiri termasuk yang mengalami pelambatan. Selain bisnis pembiayaan emas mereka sempat disuspensi, tiga bank syariah terbesar ini juga tidak bisa lagi jor-joran. Menurut beleid BI, bank hanya boleh menyalurkan pembiayaan emas maksimal 20% dari total pembiayaan atau maksimal 150% dari modal bank.
Direktur Bisnis Konsumer BRI Syariah, Indra Praseno, mengungkapkan pihaknya memang mengerem bisnis ini, kendati permintaannya masih terbilang tinggi. Ia mengklaim, permintaan gadai emas di BRI Syariah bisa mencapai Rp 30 miliar - Rp 50 miliar perbulan. Namun, BRI Syariah terpaksa menolak rezeki karena terbentur plafon. Hambatan lain, maksimal pembiayaan senilai Rp 250 juta per debitur.
"Mereka (nasabah) bisa melakukan pembiayaan emas di bank lain yang pembiayaan masih rendah," katanya, pekan lalu. Hingga Juni 2012, pembiayaan emas di BRI Syariah menurun hingga 57% menjadi Rp 600 miliar dibandingkan periode yang sama sebelumnya sebesar Rp 1,4 triliun.
Penurunan ini berdampak pada pertumbuhan aset. BRI Syariah juga mengerem pembiayaan kepemilikan logam mulia (KLM). Hingga Juni pembiayaan KLM sebesar Rp 212 miliar. Hingga akhir 2012, nilai tersebut tidak bisa bertambah tinggi. "Untuk menyeimbangkan pertumbuhan, kami akan meningkatkan penyaluran pembiayaan ke segmen lain," katanya.
Manajemen menargetkan pembiayaan mencapai Rp 16 triliun pada akhir tahun nanti atau tumbuh 60%. Kondisi yang melanda tiga bank ini menjadi berkah buat bank syariah lain. Sebut saja Bank Mega Syariah, CIMB Niaga Syariah dan Danamon Syariah, menikmati lonjakan pembiayaan.
Bank Mega Syariah menyalurkan pembiayaan gadai emas Rp 359 miliar per Juni 2012, atau melonjak 577% dari periode yang sama tahun lalu. Persentase ini terlihat besar karena pada Juni 2011 pembiayaan gadai emas bank ini masih minim, senilai Rp 53 miliar.
"Pertumbuhan lantaran tingginya permintaan pasar dan luasnya jaringan kantor pemasaran, yaitu 339 di seluruh wilayah Indonesia,” ujar Benny Witjaksono, Direktur Utama Bank Mega Syariah pekan lalu. CIMB Niaga Syariah membukukan pertumbuhan gadai emas sebesar 335% menjadi Rp 74 miliar. Sedangkan bisnis gadai emas Danamon Syariah meningkat 97% menjadi Rp 91 miliar.

Source: http://keuangan.kontan.co.id/news/gadai-emas-bank-syariah-tetap-berkilau  - Aug 13, 2012 - google translate

No comments:

Post a Comment